
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, memperpanjang penurunannya untuk hari ketiga berturut-turut minggu ini dan diperdagangkan mendekati 105,00 pada saat penulisan pada hari Rabu (05/3), level terendah sejak awal November. Pergerakan turun terjadi karena para pedagang semakin mengurangi eksposur mereka terhadap Dolar secara keseluruhan sekarang karena beberapa analis menyerukan berakhirnya keistimewaan Amerika Serikat (AS) di tengah kekhawatiran bahwa tarif Presiden AS Donald Trump dapat merusak pertumbuhan ekonomi. Pergerakan ini terjadi menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis dan laporan Nonfarm Payrolls AS untuk bulan Februari pada hari Jumat.
Di sisi data ekonomi, lebih banyak hal negatif untuk Dolar AS dapat terjadi di masa mendatang. Institute for Supply Management (ISM) akan merilis laporannya tentang sektor Jasa pada hari Rabu. Pada awal minggu pada hari Senin, laporan ISM tentang sektor Manufaktur memicu koreksi dalam Greenback, yang semakin meningkat sejak saat itu.(Newsmaker23)
Sumber: FXstreet
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...